Syiar Islam di Lereng Jatiyoso: Santri Boarding Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tebar Manfaat di Desa Plamar

Sebanyak puluhan santri dari Boarding Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar sukses melaksanakan misi mulia melalui program Safari Dakwah selama empat hari di Desa Plamar, Jatiyoso, Karanganyar. Kegiatan yang berlangsung sejak 25 hingga 28 Februari 2026 ini dirancang untuk mempererat ukhuwah antara para pencari ilmu dengan masyarakat sekaligus menjadi ajang implementasi ilmu agama yang telah dipelajari di bangku sekolah.

Boarding Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar sendiri merupakan fasilitas asrama unggulan yang menampung siswa dari berbagai latar belakang peminatan. Mulai dari kelas ICT (Intelektual Communication dan Teknologi) yang berfokus pada pengembangan IT, ICP (International Class Program) yang unggul di bahasa asing, kelas Tahfidz sebagai pusat penghafal Al-Qur’an, hingga kelas Taruna. Keberagaman latar belakang ini memberikan warna tersendiri dalam interaksi sosial mereka dengan warga desa.

Selama menetap di Masjid Muhammad Bin Abdul Azis, para santri tidak hanya sekadar singgah. Mereka membaur dan menghidupkan suasana masjid dengan berbagai agenda produktif. Fokus utama kegiatan meliputi dakwah santun, pengisian kultum (kuliah tujuh menit) saat subuh maupun menjelang berbuka, hingga menjadi imam salat tarawih.

Tak berhenti di situ, para santri juga mendedikasikan waktu mereka untuk mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan membantu aktivitas harian warga. Agus Waskito, Kepala Boarding Tahfidz SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan laboratorium sosial yang sesungguhnya bagi para santri

Apresiasi Warga dan Penyerahan Wakaf

Masyarakat Desa Plamar menyambut kehadiran para remaja ini dengan antusiasme luar biasa. Kehadiran santri dianggap membawa energi positif dan semangat baru dalam beribadah bagi warga sekitar. Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam acara penutupan, Agus juga menyampaikan amanah dari Lazismu berupa penyaluran 10 paket sembako untuk warga prasejahtera serta wakaf peralatan sound system untuk menunjang operasional masjid.

Salah satu warga Desa Plamar mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas dedikasi para santri. Menurutnya, perilaku sopan dan ringan tangan yang ditunjukkan para santri meninggalkan kesan mendalam bagi penduduk desa.

“Kami sangat berterima kasih. Mereka tidak hanya berdakwah lewat lisan, tapi juga dengan tindakan nyata membantu kami di sini. Kami berharap program seperti ini bisa berkelanjutan,” tutur warga tersebut dengan penuh harap.

Melalui Safari Dakwah ini, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis asrama mampu mencetak generasi yang seimbang antara kecerdasan spiritual, intelektual, dan kepedulian sosial.