Bahasa adalah jembatan yang menghubungkan satu dunia dengan dunia lainnya. Menyadari pentingnya keterampilan berbahasa asing di era global, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar kembali
menyelenggarakan kegiatan lanjutan English Speaking sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Februari 2026, dengan memanfaatkan dua ruang belajar terbuka, yakni Ruang Multimedia dan Halaman SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Suasana belajar pun terasa lebih hidup, di mana kata-kata tidak hanya diucapkan, tetapi juga dialami dan dirasakan.
English Speaking lanjutan ini diikuti oleh siswa Program International Class Program (ICP) kelas X dan XI. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya untuk membekali siswa dengan keberlanjutan materi kebahasaan, khususnya bahasa Inggris, agar kemampuan yang telah dibangun sebelumnya terus terasah dan berkembang.
Keistimewaan kegiatan ini tampak dari kehadiran narasumber profesional bahasa dari Sudan dan Bangladesh. Dengan latar belakang budaya dan aksen yang beragam, para narasumber menghadirkan pengalaman belajar yang kaya dan autentik. Bagi siswa, pertemuan ini ibarat membuka jendela dunia—menyadarkan bahwa bahasa Inggris adalah milik bersama, digunakan lintas negara dan budaya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak untuk aktif berinteraksi, berdialog, dan mengekspresikan gagasan dalam bahasa Inggris. Ruang Multimedia menjadi tempat merangkai struktur dan pemahaman, sementara halaman sekolah berubah menjadi panggung terbuka bagi keberanian dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.
Melalui kegiatan English Speaking yang berkelanjutan ini, SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar menegaskan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang hidup, adaptif, dan berorientasi global. Program ICP tidak hanya mengajarkan bahasa sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai alat komunikasi, pemikiran, dan pembentuk karakter.
Diharapkan, kegiatan ini mampu menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga terbuka terhadap perbedaan, percaya diri menyuarakan ide, dan siap melangkah di panggung dunia. Karena bahasa, seperti benih, akan tumbuh kuat jika terus dirawat dan dipraktikkan